Siopsis Film Istirahatlah Kata-Kata

Hallo semuanya, kali ini mimin akan membahas tentang sebuah film yang berjudul tentang Istirahatlah Kata-Kata. Film ini tentang menceritakan sebuah perjalanan hidup atua biografi dari seorang Wiji Thukul yang hidup pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Film ini terinspirasi dari puisi-puisinya yang kritis dan kehidupan Wiji Thukul yang berbagi kesulitan hidupnya melalui karyanya karena keadilan oleh para penguasa yang tidak berdiri tegak dan melakukan sesuatu tanpa memikirkan rakyat yang sengsara.

Pada saat itu Wiji Thukul sedang melakukan pelarian meskipun dalam ketakutan akan tetapi Wiji Thukul selalu menolehkan karya-karyanya melalui puisi dan cerpen. Dan Wiji Thukul juga sering berganti identias demi mengelabui petugas pemeriksaan.

Pada waktu di Solo, Sipon istri dari Wiji Thukul hidup was-was bersama kedua anaknya karena selalu ditekan dan diawasi oleh polisi, sering kali Sipon diinterogasi seputar keberadaan suaminya. Dan dalam film ini juga dicantumkan puisinya yang bertuliskan “Istirahatlah Kata-kata”.

Puisi bunga dan tembok merupakan menjadi penutup dalam film ini, yang dihadirkan melalui lagu yang dibawakan oleh Merah Bercerita. Dan grup band ini terbentuk oleh Fajar anak dari Wiji Thukul. Film ini juga dibuat sangat minim dialognya sehingga membuat keseluruhan alur cerita ini terasa sunyi senyap sesuai dengan judulnya yaitu ” Istirahatlah Kata-Kata”.

Mungkin itu saja artikel seputar film tentang Istirahatlah Kata-Kata, selalu dukung terus karya anak bangsa demi mengharumkan nama Indonesia tercium oleh semua negara yang ada di muka bumi. Terimakasih yang sudah berkunjung :).